PSSI akhirnya mengungkapkan secara terbuka mengenai proses pemilihan pelatih baru untuk Timnas Indonesia. Dalam pernyataannya, Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, menjelaskan bahwa pendekatan yang akan diterapkan kali ini mirip dengan metode yang digunakan saat memilih antara Shin Tae Yong dan Luis Milla beberapa tahun lalu.
Pada saat itu, kedua pelatih tersebut diminta melakukan presentasi di hadapan Exco PSSI yang dipimpin oleh Mochamad Iriawan. Hasil dari proses tersebut adalah pemilihan Shin Tae Yong, yang kemudian membawa perubahan besar bagi tim nasional.
Zainudin menambahkan bahwa mekanisme pemilihan yang diterapkan pada masa lalu menuai hasil yang baik. Pola transparansi yang ditawarkan juga memberikan kesempatan bagi Exco PSSI untuk lebih memahami alasan di balik setiap pencalonan pelatih.
Mekanisme Pemilihan Pelatih yang Transparan dan Efektif
Menurut Zainudin, proses pemilihan tersebut memberikan ruang bagi setiap calon pelatih untuk menjelaskan rencana dan strategi mereka. Dengan cara ini, seluruh anggota Exco dapat menilai secara objektif dan memilih pelatih yang paling sesuai untuk kebutuhan tim.
“Kami akan melakukan hal yang sama dalam pemilihan pelatih saat ini. Semua kandidat akan dipaparkan dengan jelas kepada Exco,” ujarnya. Transparansi ini diharapkan dapat menghindari kesalahpahaman di masa depan terkait dengan keputusan pemilihan pelatih.
PSSI ingin memastikan bahwa semua tahap proses pengambilan keputusan dilakukan dengan akuntabilitas yang tinggi. Dengan memberikan kesempatan bagi semua calon untuk presentasi, diharapkan dihasilkan keputusan yang tepat dan berdasarkan data yang kuat.
Pentingnya Waktu dalam Pengumuman Pemilihan Pelatih Baru
Meskipun proses pemilihan pelatih baru dibutuhkan segera, Zainudin mengakui bahwa nama-nama calon belum sepenuhnya terpilih. “Kami ingin proses ini dilakukan secepat mungkin, tetapi kami belum tahu siapa yang akan dipilih,” ungkapnya. Keinginan untuk mempercepat pengumuman ini muncul agar Timnas Indonesia dapat segera mempersiapkan diri untuk kompetisi mendatang.
Zainudin menekankan bahwa jika sudah ada kepastian mengenai calon pelatih, mereka akan segera dibawa ke Exco untuk mendapatkan persetujuan. Keterlambatan dalam pemilihan ini tentu saja bukan solusi ideal, tetapi Zainudin berusaha keras untuk mempercepat proses.
PSSI juga menunjuk Sumardji sebagai Ketua BTN, yang bertugas untuk menyusun daftar calon pelatih beserta alasan di balik pencalonan mereka. Langkah ini menambah layer dalam proses seleksi, memastikan bahwa setiap keputusan diambil berdasarkan pertimbangan yang matang.
Tuntutan Suporter dan Respon PSSI
Baru-baru ini, PSSI menghadapi demonstrasi dari Ultras Garuda, yang menyuarakan berbagai tuntutan kepada federasi. Meskipun tak ada pejabat PSSI yang menemui massa, mereka memastikan bahwa semua tuntutan akan dipertimbangkan. Ini menunjukkan bahwa PSSI berupaya menjalin komunikasi yang lebih baik dengan suporter.
PSSI menyadari pentingnya dukungan dari suporter untuk kesuksesan tim. Mereka berusaha untuk menjawab suara rakyat dengan cara yang transparan dan terbuka, meskipun tidak selalu dapat memenuhi semua tuntutan secara langsung.
Pernyataan PSSI mengenai demonstrasi tersebut menegaskan komitmen mereka terhadap pengembangan sepak bola Indonesia. Federasi akan terus berupaya untuk memperbaiki diri dan mendengarkan aspirasi pencinta olahraga, guna menciptakan sinergi yang positif antara tim dan suporter.















