Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi di penghujung tahun 2025. Penutupan perdagangan pada Selasa, 30 Desember, menunjukkan IHSG menguat tipis, yang mencerminkan dinamika pasar yang cukup menarik bagi para investor.
Pada akhir sesi perdagangan, IHSG tercatat meningkat sebesar 0,03 persen, setara dengan 2,68 poin, dan berada di level 8.646,94. Pertumbuhan ini menandakan adanya harapan positif dari pelaku pasar meski sebelumnya mengalami tekanan pada sesi-sesi awal.
Transaksi yang terjadi di pasar reguler juga menunjukkan aktivitas yang signifikan, dengan total nilai mencapai Rp 18,13 triliun. Ini mencerminkan antusiasme dari para pelaku pasar untuk berinvestasi di akhir tahun menjelang tahun baru yang akan datang.
Pemulihan IHSG di Sesi Penutupan Tahun 2025
Meskipun IHSG sempat berada di zona merah, situasi tersebut mulai berbalik menjelang akhir sesi perdagangan. Sektor siklikal menjadi pendorong utama di balik kenaikan ini, mengalami penguatan sebesar 3,03 persen.
Sektor infrastruktur juga memberikan kontribusi positif, tumbuh 2,04 persen. Di samping itu, sektor keuangan mencatat kenaikan 0,97 persen, menunjukkan bahwa minat investor tetap kuat dalam sektor-sektor ini.
Namun, tidak semua sektor mengalami penguatan. Sektor kesehatan terpuruk 1,53 persen, diikuti sektor bahan baku yang terkoreksi 1,17 persen. Dampak negatif ini menunjukkan volatilitas pasar yang masih menjadi tantangan bagi investor.
Indikator Pergerakan Saham dan Sektor di Bursa
Dari catatan transaksi, IHSG bergerak dalam kisaran antara 8.584 hingga 8.663 poin. Pergerakan ini menunjukkan adanya ketidakpastian yang dapat mempengaruhi keputusan investasi di pasar.
Penguatan IHSG yang terjadi menjelang tahun baru juga diiringi dengan tren kenaikan harga beberapa saham unggulan. Saham-saham tertentu di jajaran 45 saham teratas, seperti bank dan sektor infrastruktur, menunjukkan performa yang baik.
Pada saat bersamaan, para analis juga memperingatkan bahwa ada risiko yang harus diwaspadai terkait penyesuaian harga di sektor-sektor tertentu akibat ekspektasi pasar. Oleh karena itu, kesabaran dan penelitian yang mendalam menjadi kunci dalam berinvestasi.
Prediksi dan Prospek Pasar Menjelang Tahun 2026
Menjelang tahun 2026, harapan untuk pemulihan ekonomi masih ada, terutama terkait sentimen positif di pasar modal. Para pelaku pasar optimis terhadap potensi pertumbuhan yang dapat dihadirkan oleh perbaikan dalam kebijakan moneter dan fiskal dari pemerintah.
Namun, beberapa tantangan masih akan berlanjut, seperti fluktuasi harga komoditas global dan ketidakpastian kebijakan dari bank sentral. Investor cerdas akan mengamati tren ini dengan seksama untuk menentukan langkah selanjutnya.
Total penguatan IHSG sepanjang 2025 mencapai 22,13 persen secara year on year. Data ini mencerminkan daya tahan pasar meskipun terdapat dinamika yang banyak mempengaruhi pergerakan saham di tahun yang penuh gejolak ini.















