Pencarian seorang pendaki muda asal Magelang yang hilang saat mendaki Gunung Slamet terus dilakukan oleh tim SAR. Pendaki tersebut, bernama Syafiq Ridhan Ali Razan, dilaporkan hilang setelah rekannya, Himawan Choidar Bahran, ditemukan dalam kondisi lemas, namun selamat.
Syafiq dan Himawan memulai pendakian tektok pada malam hari dan harus menghadapi kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Setelah melakukan registrasi di basecamp, mereka memasuki jalurpendakian Dipajaya, namun tidak kembali hingga tenggat waktu yang ditentukan.
Dengan informasi tersebut, pengelola basecamp segera mengambil langkah awal untuk mencari keduanya. Pencarian dilakukan dengan menyusuri jalur yang biasa dilalui para pendaki, namun hujan deras dan kabut tebal menjadi tantangan signifikan.
Proses Pencarian Pendaki yang Hilang di Gunung Slamet
Pencarian yang dilakukan oleh pihak terkait dimulai setelah rencana pendakian yang dilaporkan berubah mendesak. Mengingat waktu yang berlalu, kesempatan untuk menemukan Syafiq semakin menipis. Tim SAR gabungan segera dibentuk untuk menangani situasi ini lebih lanjut.
Situasi menjadi semakin mendesak ketika berita mengenai hilangnya Syafiq menyebar. Anggota keluarga, relawan, dan masyarakat setempat berkumpul untuk memberikan dukungan moral dan tenaga dalam pencarian. Upaya ini memanfaatkan semua sumber daya manusia dan peralatan yang ada.
Masing-masing tim melakukan penyisiran hingga Pos 9. Beberapa kendala di lapangan, seperti cuaca yang tidak bersahabat, menambah tantangan bagi mereka. Namun, semangat untuk menemukan Syafiq tetap tinggi di antara para pencari.
Penemuan Rekan Pendaki dan Kendala yang Dihadapi
Pada Senin, 29 Desember 2025, Himawan akhirnya ditemukan. Kondisinya lemas akibat kelelahan, tetapi dia berhasil di evakuasi oleh tim SAR. Dalam keadaan tersebut, Himawan memberikan keterangan yang sangat berharga untuk pencarian Syafiq.
Dari informasi yang diperoleh, diketahui bahwa keduanya terpisah saat perjalanan turun. Himawan terpaksa menunggu di pos karena cedera di bagian kaki, sementara Syafiq mencoba mencari bantuan lebih lanjut. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya situasi bisa berubah saat berada di alam bebas.
Pencarian Syafiq menjadi semakin rumit dengan cuaca buruk yang terjadi setelah Himawan ditemukan. Badai, hujan deras, dan angin kencang membuat tim SAR kesulitan untuk melanjutkan operasi pencarian. Meski begitu, kepala pelaksana BPBD Pemalang tetap optimis mengenai pencarian yang dilakukan.
Dukungan Masyarakat dan Harapan untuk Penemuan
Dukungan dari masyarakat sangat terasa selama proses pencarian. Banyak yang berdatangan untuk membantu dengan giat, bahkan melakukan doa bersama untuk keselamatan Syafiq. Kehangatan dari masyarakat ini menunjukkan bagaimana perhatian terhadap sesama sangat penting dalam situasi seperti ini.
Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, terus memotivasi tim pencari agar tetap berusaha meski menghadapi berbagai kesulitan. “Kami sangat berharap agar Syafiq ditemukan dalam keadaan selamat,” ucapnya penuh harap. Hal ini memberikan semangat bagi tim yang terlibat dalam pencarian.
Tim pencari juga mempersiapkan strategi baru untuk melanjutkan pencarian. Dengan menyiapkan peralatan yang lebih memadai dan koordinasi yang lebih baik, mereka berharap dapat menemukan Syafiq secepat mungkin.















