Awal tahun 2026 membawa angin segar bagi Bank Jakarta setelah menjalin kemitraan strategis dengan Visa. Kerjasama ini memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi di lebih dari 200 negara, menunjukkan langkah maju dalam transformasi digital perbankan lokal.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memberi apresiasi besar terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, kerja sama ini menandakan langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan Bank Jakarta agar semakin profesional dan memiliki daya saing di kancah global.
Momen grand launching Kartu Debit Visa Bank Jakarta berlangsung meriah di Lippo Mall Kemang, Jakarta. Pramono sendiri menyatakan bahwa ia akan menjadi pengguna pertama kartu tersebut, menunjukkan dukungannya terhadap inisiatif ini.
Kemitraan Strategis untuk Transaksi Global yang Lebih Mudah
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, menjelaskan bahwa peluncuran kartu debit Visa menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan transformasi institusi ini. Inisiatif ini merupakan bagian dari program transformasi lima tahun yang berfokus pada tiga pilar utama yang krusial.
Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan berbasis ekosistem kota Jakarta. Selain itu, upaya ini juga menekankan pentingnya penguatan kualitas aset dan tata kelola yang baik agar Bank Jakarta bisa bertahan dalam persaingan yang ketat.
Agus menambahkan bahwa Kapabilitas digital dan pemberdayaan sumber daya manusia menjadi hal yang sangat penting. Transformasi ini diharapkan dapat berjalan optimal melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jakarta dan para mitra strategis lainnya.
Target pengguna: 400.000 dalam enam bulan pertama
Dalam enam bulan ke depan, Bank Jakarta menargetkan untuk mendapatkan sekitar 400.000 pengguna kartu debit Visa. Target ini menunjukkan optimisme Bank Jakarta dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan nasabah yang semakin berkembang.
Selain itu, Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, menekankan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat Jakarta dalam melakukan transaksi finansial di tingkat global. Ini termasuk pembayaran untuk pendidikan di luar negeri, kebutuhan umrah, serta aktivitas bisnis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Vira juga mengungkapkan bahwa peluncuran kartu ini mencerminkan bagaimana perubahan gaya hidup masyarakat diperlukan seiring dengan perkembangan zaman. Jakarta menginginkan diri menjadi kota global yang masuk dalam 50 besar dunia pada tahun 2030.
Pembayaran Digital: Jembatan Menuju Masa Depan Jakarta
Pembayaran digital diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung perubahan ini. Dengan adanya Kartu Debit Visa, masyarakat Jakarta akan lebih mudah melakukan transaksi, baik domestik maupun internasional.
“Perubahan ini adalah langkah positif menuju masa depan perbankan yang lebih modern dan efisien,” ujar Vira. Ia menegaskan bahwa digitalisasi adalah kunci untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi di era global saat ini.
Diharapkan, kolaborasi antara Bank Jakarta dan Visa ini tidak hanya memberi manfaat bagi nasabah, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Masyarakat dituntut untuk beradaptasi dengan teknologi baru yang akan meningkatkan efisiensi dalam transaksi sehari-hari.















