Dalam momen yang penuh emosi, gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, mengungkapkan perasaan setelah kegagalan skuad Garuda dalam mengamankan peluang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Kekecewaan mendalam ini terasa sangat menyakitkan bagi dirinya, mengingat semua usaha yang dilakukan selama setahun terakhir.
Joey, yang berusia 32 tahun, merasa bahwa mimpinya untuk membawa Indonesia ke Piala Dunia merupakan satu-satunya tujuan hidupnya saat ini. Perjalanan sepanjang 2025 bagi pemain ini diibaratkan seperti roller coaster emosional, penuh dengan momen bahagia dan tragis.
Kesuksesan mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia menjadi salah satu momen paling membanggakan, tetapi rasanya hancur ketika langkah timnya terhenti. Setiap pertandingan membawa harapan, namun juga harus menghadapi kenyataan pahit yang mendampingi impian tersebut.
Mendapatkan Kewarganegaraan Indonesia dan Debut di Timnas
Pada tanggal 10 Maret 2025, Joey resmi diakui sebagai Warga Negara Indonesia setelah mengucap sumpah di KBRI Roma. Bersama dengan dua rekan lainnya, ia menjadikan momen ini sebagai titik awal dalam kariernya bersama Timnas Indonesia.
Hanya dua minggu selepas mendapatkan kewarganegaraan, Joey langsung turun bermain dalam laga debutnya melawan Bahrain. Penampilannya yang solid saat membantu Indonesia meraih kemenangan 1-0 membuatnya semakin bersemangat.
Kemenangan lain melawan China di bulan Juni 2025 memberi angin segar dan membuka jalan Timnas Indonesia menuju putaran keempat kualifikasi. Namun, setiap langkah ke depan juga diiringi dengan tantangan yang semakin besar.
Perjuangan dan Harapan yang Pupus di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Ketika Timnas Indonesia memasuki fase penentuan, semua harapan terasa begitu dekat. Namun, kenyataannya, perjuangan mereka harus terhenti tanpa hasil. Joey merasa seolah-olah dunia runtuh di depannya, dan perasaan hancur itu bertahan selama dua minggu.
Sebagai gelandang yang krusial, Joey selalu dipercaya sebagai starter dalam setiap pertandingan, termasuk saat menghadapi tim-tim kuat seperti Arab Saudi dan Irak. Meski hasilnya tidak memuaskan, penampilannya tetap mendapat pujian dari penggemar dan pelatih.
Penting bagi Joey untuk terus memperjuangkan posisi di tim meskipun mimpi untuk berlaga di Piala Dunia 2026 sudah sirna. Dedikasi dan semangatnya tetap menyala, membuktikan bahwa ia akan terus berkontribusi untuk Timnas Indonesia di masa depan.
Pentingnya Dukungan dan Kesatuan Tim dalam Laga Selanjutnya
Kekompakan tim menjadi salah satu faktor penting yang harus terus dijaga setelah kegagalan ini. Joey menyadari bahwa pencapaian tim tidak hanya tergantung pada satu individu, tetapi kerjasama seluruh anggota tim sangat krusial.
Dia mengajak rekan-rekannya untuk tidak putus asa dan terus berlatih dengan semangat yang tinggi. Setiap pengalaman, baik pahit maupun manis, akan menjadi pelajaran berharga bagi setiap pemain.
Kesatuan dan semangat tim sangat dibutuhkan untuk menghadapi kompetisi selanjutnya. Joey meyakini, jika semua pemain dapat bersatu dan bekerja keras, kesempatan untuk sukses di level internasional bukanlah hal yang mustahil.















