Dalam beberapa tahun terakhir, metode diet dengan pola makan satu kali sehari, atau yang dikenal dengan OMAD, semakin menarik perhatian banyak orang. Meski menjanjikan manfaat penurunan berat badan yang signifikan, ada berbagai risiko kesehatan yang patut dipertimbangkan sebelum menjajal diet ini.
Puasa yang terlalu panjang dapat memicu beragam efek samping yang tidak menyenangkan. Beberapa contoh efek negatif yang mungkin timbul termasuk rasa lapar yang ekstrem, mual, sampai penurunan kadar gula darah yang mengkhawatirkan.
Sebagai metode yang cukup ekstrem, OMAD juga mengharuskan tubuh untuk beradaptasi dengan pola makan yang sangat ketat. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan, pusing, sakit kepala, serta gangguan tidur, yang sering kali berdampak negatif pada kualitas hidup seseorang.
Pentingnya Mempertimbangkan Kesehatan Sebelum Mencoba OMAD
Ahli gizi berpendapat bahwa diet ini berpotensi menyebabkan kekurangan nutrisi. Natalie Rizzo, seorang ahli diet yang berbasis di New York, memperingatkan bahwa puasa panjang memerlukan perencanaan yang matang agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.
Lebih lanjut, penelitian juga menunjukkan bahwa puasa berkepanjangan dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu. Ini adalah salah satu konsekuensi serius yang mungkin terjadi jika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup dalam jangka waktu yang lama.
Karena sifatnya yang sangat restriktif, OMAD tidak disarankan bagi ibu hamil dan menyusui. Individu dengan diabetes, riwayat gangguan makan, serta mereka yang mengonsumsi obat-obatan tertentu juga perlu berhati-hati sebelum mencobanya.
Menilai Efektivitas OMAD dalam Menurunkan Berat Badan
Sebagian orang melaporkan bahwa mereka berhasil menurunkan berat badan dengan mengikuti diet satu kali sehari ini. Namun, perlu dicatat bahwa hasil tersebut dapat bervariasi tergantung pada kondisi fisik masing-masing individu.
Beberapa orang mungkin merasa diet ini membatasi mereka secara mental, sehingga mengganggu pola makan yang lebih seimbang. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan psikologi di balik diet yang diterapkan.
Dalam menilai efektivitas OMAD, pendekatan yang lebih berkelanjutan mungkin lebih dianjurkan bagi banyak orang. Kebiasaan makan yang seimbang dan bervariasi kemungkinan akan memberikan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang.
OMAD Dalam Konteks Tren Diet Saat Ini
Menjadi tren dalam dunia kesehatan dan kebugaran, OMAD menarik perhatian publik, termasuk kalangan selebriti. Namun, pelaksanaan diet ini seharusnya bukan sekadar mengikuti tren tanpa memahami risikonya.
Banyak orang terjebak dalam praktik diet ekstrem tanpa memahami konsekuensinya terhadap kesehatan jangka panjang. Sebaiknya, pendekatan yang sehat dan seimbang lebih ditekankan agar tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang diperlukan.
Para ahli selalu menegaskan pentingnya pendekatan medis dalam menjalani diet. Setiap tubuh bereaksi berbeda terhadap metode diet tertentu, sehingga konsultasi dengan ahli gizi adalah langkah yang bijaksana sebelum memulai OMAD.














