Bunyi khas stempel yang diterapkan pada halaman paspor seringkali menjadi momen yang tak terlupakan bagi setiap pelancong. Namun, dengan kemajuan teknologi, tradisi ini mulai tergantikan oleh sistem yang lebih praktis dan efisien.
Pada tahun 2026, sejumlah negara akan menghentikan penggunaan stempel paspor secara fisik dan beralih ke sistem digital. Hal ini diharapkan dapat mengurangi antrean imigrasi dan mempercepat proses pemeriksaan di bandara.
Sistem baru ini, yang dikenal sebagai Electronic Gate (E-Gates), menawarkan metode pemeriksaan yang lebih cepat dengan memanfaatkan teknologi biometrik. Proses ini tidak hanya lebih efisien, tetapi juga lebih aman karena dapat mengidentifikasi penumpang lebih akurat.
Transformasi Proses Imigrasi Menuju Digitalisasi
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak negara menyadari pentingnya beradaptasi dengan teknologi untuk meningkatkan layanan publik. Peralihan dari cap paspor ke E-Gates adalah salah satu langkah besar dalam efisiensi layanan imigrasi.
Dengan menggunakan sistem biometrik, pengunjung cukup melakukan pemindaian dokumen tanpa perlu antri untuk mendapatkan cap. Hal ini sangat efisien, terutama bagi pelancong yang sering bepergian.
Pemeriksaan digital juga memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi, karena sistem dapat menolak paspor yang tidak memenuhi syarat. Dengan demikian, pengawasan terhadap masuknya individu ke suatu negara menjadi lebih ketat.
Mengenal E-Gates dan Keunggulannya
E-Gates adalah gerbang otomatis yang menggunakan teknologi canggih untuk memindai dokumen dan data biometrik. Teknologi ini memungkinkan penggunaan iris mata dan pengenalan wajah untuk verifikasi identitas.
Kelebihan terbesar dari E-Gates adalah kemampuannya untuk mengurangi waktu tunggu pelancong di bandara. Hal ini tentu saja memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan.
Selain itu, kehadiran E-Gates di berbagai bandara dunia semakin menunjukkan komitmen negara-negara untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman dan meningkatkan pengalaman pelancong. Hal ini juga sejalan dengan kebutuhan untuk menjaga keamanan nasional.
32 Negara yang Akan Menghapus Stempel Paspor pada 2026
Sejumlah negara telah merencanakan peralihan dari stempel paspor tradisional ke sistem digital, di antaranya adalah Meksiko. Negara ini sudah menerapkan sistem E-Gates di beberapa bandara utama, seperti Cancun dan Mexico City.
Inggris Raya juga tidak ketinggalan, yang akan menerapkan Otorisasi Perjalanan Elektronik (ETA) menjelang 2026. Dengan sistem ini, pelancong dapat langsung menuju E-Gates tanpa perlu cap fisik.
Singapura adalah contoh lain yang selalu mendahului dalam penerapan teknologi, di mana mereka mulai memeriksa status penumpang sebelum keberangkatan. Hal ini menjadikan Singapura sebagai salah satu negara pionir dalam penggunaan sistem digital untuk pemrosesan imigrasi.
Perubahan dalam Kebijakan Imigrasi di Eropa
Dalam lingkup yang lebih luas, Uni Eropa juga mengikuti jejak ini dengan mengakhiri penggunaan cap fisik pada tahun 2026. Sebanyak 29 negara dalam Zona Schengen akan menerapkan sistem Masuk/Keluar (EES) yang sepenuhnya digital.
Proses ini memungkinkan pengunjung untuk memindai paspor dan melakukan pemindaian sidik jari serta wajah di kios layanan mandiri. Semua data akan tercatat dalam basis data Uni Eropa yang terintegrasi.
Daftar negara Schengen mencakup banyak negara Eropa, memudahkan perjalanan antar negara tanpa harus mengalami proses imigrasi yang rumit. Hal ini membawa dampak positif bagi pariwisata dan perekonomian regional.














