Di tengah kesibukan ibu kota Jakarta, sebuah pameran foto telah berhasil menarik perhatian banyak orang. Berjudul “Perempuan Lentera Kehidupan,” pameran ini menampilkan potret-potret perempuan yang berkontribusi signifikan dalam kehidupan sosial, meski sering kali bekerja dalam senyap tanpa mendapatkan sorotan yang layak.
Konsep pameran yang menarik ini mengundang publik untuk menggali lebih dalam tentang peran penting yang dimainkan oleh perempuan di masyarakat. Dengan memanfaatkan medium visual, pameran ini tidak hanya menyajikan gambar-gambar menarik, tetapi juga mengisahkan cerita-cerita yang penuh makna dan inspiratif.
Pameran ini menjadi bagian dari inisiatif yang lebih besar, yaitu kompetisi foto jurnalistik yang menghimpun karya dari berbagai jurnalis di seluruh Indonesia. Tema “Perempuan Lentera Kehidupan” diangkat dengan tujuan untuk merayakan kontribusi perempuan, terutama para ibu, dalam menjaga api kehidupan tetap menyala meskipun dalam keadaan yang sulit.
Pesan Visual yang Menyentuh Hati di Stasiun MRT
Ruang pameran yang dipilih di Stasiun MRT Bundaran HI sangat strategis. Kawasan ini merupakan titik pertemuan bagi berbagai kalangan masyarakat, sehingga memungkinkan terciptanya interaksi yang lebih luas antara karya seni dan pengunjung. Keberadaan pameran di tempat dengan mobilitas tinggi ini menunjukkan komitmen untuk menjangkau lebih banyak orang.
Dari serangkaian foto yang ditampilkan, terpilih 12 karya terbaik yang mewakili perjuangan dan harapan perempuan. Setiap foto diiringi dengan narasi yang memberikan konteks mendalam tentang latar belakang dan pesan yang ingin disampaikan. Dengan cara ini, pengunjung dapat merasakan koneksi emosional yang kuat terhadap kisah yang dihadirkan.
Pameran ini berlangsung selama tiga hari, dari 12 hingga 14 Januari 2026, dan berhasil menarik perhatian pengunjung yang melintas. Mereka tampak berhenti sejenak, membaca, dan merenungkan setiap gambar yang dipajang, menunjukkan bahwa seni visual dapat memainkan peran penting dalam mengedukasi dan meningkatkan kesadaran akan isu-isu sosial.
Kompetisi Foto: Menyuarakan Kisah Perempuan di Seluruh Indonesia
Kompetisi foto jurnalistik yang menjadi bagian dari pameran ini diikuti oleh ratusan jurnalis dari berbagai provinsi. Tema yang beragam, termasuk fokus pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, menjadikan kompetisi ini menyentuh banyak elemen kehidupan sehari-hari perempuan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi subjek, tetapi juga aktor kunci dalam perubahan sosial.
Melalui kompetisi ini, para jurnalis memiliki kesempatan untuk menjangkau audiens yang lebih luas, serta memberikan ruang suara kepada perempuan yang mungkin tidak terwakili sebelumnya. Hal ini menjadi langkah penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemberdayaan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.
Sejumlah karya yang terpilih menjadi sorotan, bukan hanya karena keindahan estetika visualnya, tetapi juga kekuatan naratif yang dibawanya. Dengan menghadirkan kisah-kisah nyata, kompetisi ini berfungsi sebagai jembatan untuk memperkuat empati dan kesadaran masyarakat terhadap realitas yang dihadapi oleh perempuan di berbagai lapisan.
Apresiasi dan Harapan untuk Masa Depan
Sambutan positif dari pengunjung menjadi penanda bahwa pameran ini berhasil menciptakan momen refleksi yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Sejumlah jurnalis yang terlibat juga memberikan pengakuan atas usaha yang dilakukan untuk meningkatkan visibilitas perempuan melalui seni dan jurnalisme. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara sektor-sektor ini dapat menghasilkan dampak yang signifikan.
Syamsudin Ilyas, seorang jurnalis yang meraih penghargaan utama dalam kategori essay, menekankan pentingnya dukungan bagi jurnalis foto. Ia percaya bahwa karya-karya yang dihasilkan akan memberi inspirasi kepada masyarakat untuk lebih menghargai peran perempuan sebagai tulang punggung keluarga dan komunitas.
Sementara itu, pihak penyelenggara pameran menyampaikan harapan agar lebih banyak kisah inspiratif dari perempuan diangkat ke permukaan. Ini menjadi bagian dari komitmen untuk menciptakan ruang yang aman dan terbuka bagi perempuan dalam mengekspresikan diri serta perjuangan mereka.















