Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Polri, Jenderal (Purn) Bambang Hendarso Danuri, kembali menegaskan pentingnya keberlanjutan institusi kepolisian di bawah naungan Presiden Republik Indonesia. Semua anggota purnawirawan diimbau untuk menjaga integritas serta tidak melakukan tindakan yang dapat mencederai nama baik serta keberadaan Polri.
Dalam pernyataannya yang mengemuka pada sidang Munas VI PP Polri, Bambang menilai peran Polri yang diatur dalam konstitusi sangatlah penting. Dukungan ini diperlukan untuk meningkatkan efektivitas transformasi kelembagaan yang diharapkan dapat berujung pada pelayanan publik yang lebih berkualitas.
Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo, menekankan betapa strategisnya posisi Polri di bawah Presiden dalam konteks meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal ini bukan hanya terkait dengan aspek struktural, tetapi juga membutuhkan perubahan kultural dalam institusi kepolisian.
Transformasi Polri Menuju Layanan Publik yang Berkualitas
Transformasi yang dimaksud bukanlah sekadar perubahan sistem, melainkan juga mencakup perubahan pola pikir dan cara bertindak seluruh personel Polri. Perubahan ini diharapkan mampu menjadikan Polri lebih presisi dalam menerapkan tugasnya, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Dedi menekankan pentingnya komitmen dari seluruh jajaran Polri untuk melaksanakan arahan Presiden dalam proses transformasi yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu membawa Polri menjadi institusi yang modern dan dicintai rakyat.
Lebih lanjut, ia menegaskan kolaborasi antara Polri, purnawirawan, akademisi, dan seluruh komponen masyarakat sangat diperlukan dalam mewujudkan visi ini. Hanya dengan bersama-sama, keberlanjutan transformasi bisa terwujud dengan baik.
Kepemimpinan Polri yang Adaptif dan Profesional
Kepemimpinan yang adaptif menjadi salah satu pilar dalam proses transformasi Polri agar mampu menjawab tantangan zaman. Dedi menyatakan bahwa dengan dukungan dan kerja sama semua pihak, termasuk purnawirawan yang memiliki pengalaman yang kaya, tujuan ini dapat tercapai.
Dalam suasana Munas VI, semangat kebersamaan dan pengabdian kepada bangsa menjadi tema sentral. Semua peserta diajak untuk menjaga loyalitas kepada negara dan mendukung kebijakan nasional yang bertujuan penerapan hukum yang lebih baik.
Secara khusus, Dedi berharap agar kualitas pelayanan Polri dapat mengikuti perkembangan zaman, serta memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap institusi penegak hukum ini. Dukungan dari masyarakat menjadi elemen penting dalam proses ini.
Peran Purnawirawan dalam Mendukung Kebijakan Polri
Keberadaan purnawirawan Polri tidak hanya menjadi jembatan antara generasi sebelumnya dan yang kini bertugas, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan yang berharga. Melalui diskusi dan seminar, purnawirawan bisa memberikan wawasan yang berguna bagi perbaikan institusi.
Purnawirawan diharapkan aktif dalam memberikan masukan dan kritik konstruktif kepada jajaran aktif. Hal ini diharapkan bisa menciptakan sinergi antara generasi baru yang memiliki tantangan berbeda di era modern ini.
Selain itu, purnawirawan diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan pesan penting tentang komitmen Polri terhadap reformasi. Internalisasi nilai-nilai ini penting agar setiap anggota Polri, baik yang baru maupun yang lama, memiliki visi yang sama.















