Peringatan World Cancer Day 2026 menjadi saat yang penuh makna untuk mempertegas komitmen dalam penanganan kanker di Indonesia. Momentum ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga ajang untuk mendorong reformasi sistem kesehatan demi kesejahteraan pasien.
Dengan tema global ‘United by Unique’, penekanan pada pentingnya pelayanan kanker yang adil dan berkualitas jadi sorotan utama. Setiap individu yang berjuang melawan penyakit ini memiliki kebutuhan dan perjuangan yang unik, yang harus direspons dengan pendekatan sistemik.
Kepala Perhimpunan Onkologi Indonesia, Dr. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD-KHOM, menjelaskan bahwa tema tersebut mencerminkan realitas penanganan kanker saat ini. Setiap pasien memiliki perjalanan dan tantangan yang berbeda, namun mereka semua memerlukan dukungan yang sama dalam hal pelayanan kesehatan.
Membangun Sistem Pelayanan Kanker yang Berkelanjutan di Indonesia
Dalam rangka World Cancer Day 2026, Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) menggelar Sarasehan Pasien Kanker yang melibatkan berbagai pihak. Untuk mencapai sistem pelayanan yang lebih efektif, kolaborasi dengan pemerintah, fasilitas kesehatan, dan organisasi profesional sangat penting.
Forum ini menjadi jalur komunikasi yang terbuka untuk mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi oleh pasien kanker. Hal ini meliputi akses layanan, kesinambungan perawatan, dan mutu layanan, yang semuanya menjadi prioritas utama dalam penanganan kanker.
Penting bagi semua pihak untuk menyadari bahwa solusi terhadap persoalan ini tidak dapat dicapai tanpa kerja sama. Kata Cosphiadi, “Pengendalian kanker memerlukan kolaborasi yang solid agar pelayanan memang bisa diandalkan oleh pasien,” ungkapnya secara tegas.
Komitmen POI dalam Meningkatkan Layanan Kesehatan Kanker
Pembenahan dalam sistem layanan kanker di Indonesia adalah visi jangka panjang yang diusung oleh POI. Mereka berfokus pada pengembangan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) serta pendekatan tim multidisipliner untuk peningkatan kualitas perawatan.
Melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga medis, diharapkan dapat tercipta standar layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Keterlibatan pasien dalam proses perawatan juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan, menurut Cosphiadi.
POI juga mendorong penguatan advokasi kebijakan yang lebih berpihak pada kebutuhan individu. Dengan harapan, setiap pasien di manapun mereka berada akan mendapatkan layanan yang adil dan memenuhi standar yang ditetapkan.
Langkah Menuju Pelayanan Kanker yang Inklusif dan Berorientasi Pasien
Satu tujuan utama dari peringatan ini adalah untuk memperkuat jejaring layanan kanker di seluruh Indonesia. Dengan semangat United by Unique, POI mendorong inovasi serta kolaborasi yang lebih baik di antara berbagai pemangku kepentingan.
Setiap pasien memiliki cerita masing-masing, dan penting untuk mengedepankan perspektif pasien sebagai pusat pelayanan kesehatan. Dengan kebijakan yang tepat dan dukungan dari berbagai sektor, Indonesia dapat menuju sistem layanan kanker yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Keterlibatan semua pihak, mulai dari pembuat kebijakan hingga masyarakat, sangat diperlukan untuk menciptakan perubahan yang signifikan. Dalam konteks ini, POI semakin mengajak masyarakat dan komunitas untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran tentang pentingnya layanan kesehatan yang berkualitas.













