Jakarta, 5 Februari 2026 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan di Istana Kepresidenan. Pelantikan ini tidak hanya menandakan pergantian posisi dari Thomas Djiwandono tetapi juga menjadi langkah strategis bagi Kementerian Keuangan dalam menghadapi tantangan ekonomi yang ada.
Pendelegasian jabatan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 3/M Tahun 2026. Dengan pengangkatan ini, diharapkan bisa membawa perubahan positif dalam kebijakan fiskal dan moneter yang sangat krusial bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Di hadapan Presiden, Juda Agung mengucapkan sumpah jabatan yang mencerminkan komitmennya untuk mengabdi kepada bangsa. Pembacaan sumpah ini dirangkai dengan harapan agar Juda mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi etika jabatan.
Pengangkatan Wakil Menteri Keuangan yang Baru dan Harapan Masyarakat
Pelantikan ini disambut baik oleh masyarakat yang mengharapkan adanya sinergi yang lebih baik antara kebijakan fiskal dan moneter. Peralihan tugas dari seorang Deputi Gubernur Bank Indonesia ke posisi Wakil Menteri Keuangan menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan Juda dalam menghadapi dinamika perekonomian.
Setelah pelantikan, Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan sejumlah menteri memberikan sambutan hangat kepada Juda. Momen ini menjadi simbol dukungan penuh dari jajaran pemerintahan untuk misi baru rakyat dalam memperbaiki sistem keuangan.
Juda juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara berbagai lembaga untuk mencapai tujuan bersama. Kontribusinya diharapkan dapat memperkuat kebijakan keuangan negara dalam menyikapi berbagai persoalan yang ada.
Profil Karier Juda Agung dan Pengalamannya di Dunia Keuangan
Juda Agung lahir di Pontianak pada tahun 1964 dan menyelesaikan pendidikan di Institut Pertanian Bogor. Meskipun mulai dari jurusan Teknologi Pertanian, kariernya beralih ke moneter dan keuangan yang membawanya meraih gelar Master of Science dan PhD di bidang Ekonomi di University of Birmingham, Inggris.
Pengalamannya meliputi masa kerja di International Monetary Fund sebagai Direktur Eksekutif antara tahun 2017 hingga 2019. Banyak yang percaya bahwa pengalaman internasionalnya memberikan wawasan luas dalam memahami tantangan ekonomi global.
Di Bank Indonesia, Juda bertanggung jawab atas stabilitas sistem keuangan dan kebijakan makroprudensial sebelum diangkat sebagai Deputi Gubernur pada tahun 2022. Latar belakang ini membuatnya menjadi figur yang mumpuni di bidang ekonomi.
Laporan Harta Kekayaan dan Transparansi Pejabat Publik
Salah satu aspek yang menjadi perhatian publik adalah laporan harta kekayaan Juda Agung. Berdasarkan laporan yang diajukan, harta bersihnya mencapai lebih dari 56 miliar rupiah. Transparansi ini menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan jabatan dengan integritas.
Persepsi masyarakat tentang transparansi pejabat publik sangat penting, terutama di sektor keuangan. Dengan adanya informasi mengenai harta kekayaan, diharapkan akan terbangun kepercayaan publik yang lebih besar terhadap pengambilan keputusan pemerintah.
Melalui posisi barunya, Juda diharapkan akan mendorong kebijakan keuangan yang adil dan berdampak positif bagi masyarakat. Tanggung jawab berat menanti di depan, namun dengan pengalaman dan kepemimpinannya, kesempatan untuk membuat perubahan positif terbuka lebar.
















