Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus mengunjungi instalasi layanan Kardio Cerebro Vascular di RSU Kota Tangerang pada 14 Februari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi bahwa layanan skrining dan terapi jantung serta stroke berfungsi dengan baik sesuai standar rumah sakit yang ditetapkan.
Dalam peninjauan tersebut, dr. Benjamin memastikan bahwa fasilitas cathlab yang ada di rumah sakit tersebut dapat diakses oleh masyarakat, termasuk para peserta aktif BPJS Kesehatan. Hal ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pasien yang membutuhkan terapi jantung dan pengobatan stroke.
“Ini adalah alat untuk terapi pasien jantung dan stroke. Kita mampu mendeteksi keadaan pembuluh darah jantung dan otak melalui cathlab ini, dan semua biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” ungkap Benjamin dalam penjelasannya.
Benjamin menekankan bahwa ketersediaan alat medis saja tidak cukup; pelayanan yang efektif juga harus didukung oleh tim dokter spesialis yang terdiri dari ahli jantung, neurologi, dan tenaga medis profesional lainnya. Hal ini merupakan aspek penting dalam penanganan masalah kesehatan yang serius.
Dalam kunjungan tersebut, Benjamin juga mengingatkan akan pentingnya penanganan cepat terhadap pasien yang mengalami serangan jantung. Dia menekankan bahwa periode emas untuk penanganan adalah enam jam pertama setelah serangan terjadi, yang sangat krusial bagi kemungkinan kesembuhan pasien.
Pentingnya Penanganan Segera untuk Pasien Serangan Jantung
Serangan jantung merupakan salah satu keadaan darurat medis yang memerlukan perhatian segera. Wamenkes Benjamin menjelaskan bahwa rumah sakit umum milik pemerintah di kota ini telah dilengkapi dengan peralatan yang diperlukan untuk menangani kasus-kasus seperti ini. Diharapkan langkah ini dapat menurunkan angka kematian akibat serangan jantung dan stroke secara signifikan.
Dia menambahkan bahwa meskipun semua peralatan telah tersedia dan sejalan dengan program BPJS Kesehatan, masyarakat tetap perlu mengutamakan pencegahan. Benjamin menyebutkan bahwa upaya kuratif yang dilakukan oleh rumah sakit harus diimbangi dengan langkah-langkah preventif yang efektif.
Langkah pencegahan yang diambil oleh pemerintah Kota Tangerang meliputi pengoperasian lima Pos Kesehatan Merah Putih yang tersebar di berbagai lokasi strategis di kota. Dua Pos Kesehatan tersebut terletak di Pasar Anyar dan Pasar Ciledug, yang merupakan tempat publik yang mudah diakses masyarakat.
Pemilihan lokasi di pasar adalah strategi yang cerdas. Menurut Benjamin, pasar adalah tempat umum dengan banyak aktivitas masyarakat, sehingga memudahkan mereka untuk memeriksakan kesehatan tanpa harus pergi jauh dari rutinitas sehari-hari mereka.
“Di pasar, masyarakat bisa melakukan pemeriksaan kesehatan seperti gula darah, tekanan darah, dan kolesterol. Ini bertujuan untuk mencegah komplikasi sebelum mereka harus berkunjung ke rumah sakit untuk pengobatan yang lebih serius,” tambahnya.
Fasilitas Layanan Jantung dan Stroke yang Beroperasi Selama 24 Jam
RSUD Kota Tangerang kini meningkatkan komitmennya dengan menyediakan layanan jantung dan otak selama 24 jam setiap harinya. Layanan ini tak hanya melayani pasien dalam keadaan darurat dari IGD tetapi juga menerima rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
“Setiap individu berhak atas pelayanan kesehatan yang profesional tanpa terbatas oleh jarak, waktu, atau biaya. Penyakit jantung memerlukan penanganan yang cepat dan tepat, dan keberadaan layanan ini adalah langkah strategis untuk mengedepankan pelayanan yang merata di masyarakat,” ucap Wamenkes Benjamin.
Manajemen RSUD Kota Tangerang melakukan konsultasi dengan dokter dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sebelum membuka layanan ini. Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa standar pelayanan di RSUD sejalan dengan rumah sakit rujukan nasional.
Diharapkan dengan adanya fasilitas yang lebih lengkap dan penerapan sistem pembiayaan melalui BPJS Kesehatan, angka kematian akibat serangan jantung dan stroke di wilayah Kota Tangerang dapat ditekan secara signifikan dalam waktu dekat.
Komitmen Pemerintah dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat
Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas kesehatan bagi masyarakatnya, terutama dalam penanganan penyakit jantung dan stroke. Wamenkes Benjamin mengungkapkan bahwa semua upaya ini merupakan bagian dari program kesehatan nasional yang lebih besar.
Keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan kesehatan sangat diharapkan. Benjamin menekankan perlunya sosialisasi yang lebih luas mengenai pentingnya memeriksakan kesehatan secara berkala, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi terhadap penyakit jantung.
Strategi kesehatan yang dicetuskan ini merupakan langkah maju untuk mencapai kesehatan yang lebih baik bagi seluruh anggota masyarakat. Dengan adanya kerjasama antara berbagai instansi kesehatan, hasil yang optimal diharapkan dapat segera terwujud.
Sebagai penutup, keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai didukung oleh program terintegrasi seperti BPJS Kesehatan akan memberikan manfaat yang maksimal. Pemerintah berharap bahwa setiap individu dapat menjaga kesehatan mereka dan menghindari penyakit yang berpotensi fatal seperti serangan jantung dan stroke.














