Tanggal 14 Januari 2026 menjadi momen yang cukup mengecewakan bagi petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi. Dalam ajang yang berlangsung di Hobart International, Aldila harus mengakui kekuatan pasangan unggulan ketiga, Eri Hozumi dan Fang Hsien Wu, setelah terhenti di babak perempat final.
Bersama petenis Meksiko, Giuliana Olmos, Aldila harus puas dengan hasil tersebut setelah pertandingan yang berlangsung satu jam lebih. Mereka mengalami kesulitan dalam mengimbangi dominasi lawan dan hanya mampu merebut satu gim pada set pertama.
Skor pertandingan yang berakhir 1-6, 3-6 menunjukkan betapa sulitnya perjuangan Aldila dan Olmos. Hozumi dan Wu berhasil memanfaatkan peluang yang ada, menjadikan laga itu sebagai pelajaran berharga bagi keduanya.
Performa Mengecewakan di Turnamen Internasional
Pertandingan itu menjadi salah satu yang kurang menggembirakan di awal musim 2026 bagi Aldila. Sebelumnya, ia juga harus mengangkat koper di babak perempat final WTA 250 Auckland, sebuah hasil yang mencerminkan tantangan yang dihadapinya pada musim ini.
Aldila menyadari bahwa performa yang kurang optimal ini tidak sesuai dengan harapannya. Dengan persiapan matang yang telah dilakukan, hasil yang diraih tampaknya jauh dari ekspektasi.
Namun, dalam pandangannya, kegagalan juga bisa menjadi bagian dari proses pembelajaran. Dukungan dari pihak pelatih dan timnya tetap diterimanya, meski hasil ini tidak sesuai harapan.
Latihan Intensif Usaha Meningkatkan Permainan
Menjelang musim baru, Aldila melakukan persiapan yang cukup intensif. Ia menjalani latihan pramusim dengan tim pelatih barunya, di mana proses tersebut telah direncanakan jauh-jauh hari sebagai bagian dari evaluasi permainan.
Latihan ini tidak hanya memperkuat fisiknya, tetapi juga fokus pada pengembangan permainan ganda yang menjadi andalannya. Aldila berharap dapat meraih hasil yang lebih baik di turnamen mendatang setelah menjalani program tersebut.
“Ini adalah langkah awal untuk menguji kemampuan saya dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di tahun ini,” ungkap Aldila saat berbicara mengenai latihan pramusimnya.
Kenangan Manis di Musim Sebelumnya
Sebelum menghadapi tantangan di tahun 2026, Aldila menutup musim 2025 dengan gemilang. Ia berhasil meraih gelar ganda di Chennai Open bersama rekannya, Janice Tjen, sebuah pencapaian yang tentunya membanggakan.
Ketika itu, keduanya melanjutkan latihan pramusim di Bali, yang semakin mematangkan persiapannya menghadapi SEA Games 2025 di Thailand. Hasil dari persiapan tersebut, Aldila sukses meraih medali emas di beberapa kategori.
Momen tersebut menjadi pengingat betapa pentingnya kerja keras dan persiapan bagi seorang atlet. Dengan semangat yang tinggi, Aldila bertekad untuk terus mengembangkan kemampuan dan memperbaiki hasil di setiap kompetisi.
Persaingan di Sektor Ganda dan Tunggal Tenis
Sementara Aldila terpaksa menghentikan langkahnya di Hobart, rekannya Janice Tjen masih melanjutkan perjuangannya di ajang tersebut. Berpasangan dengan petenis Polandia, Katarzyna Piter, Janice berhasil menembus perempat final sektor ganda.
Di sisi lain, perjalanan Janice di sektor tunggal harus terhenti lebih cepat setelah mengalami kekalahan dari unggulan ketiga, Iva Jovic. Ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di dunia tenis saat ini.
Dalam keadaan seperti ini, setiap hasil tidak hanya menjadi angka di papan skor, tetapi juga pelajaran berharga untuk kedepannya. Aldila dan Janice sama-sama berharap untuk lebih baik di turnamen yang akan datang.















