Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, menghadapi tantangan besar dalam babak 16 besar di turnamen Kumamoto Masters 2025. Pada pertandingan yang akan dilaksanakan di Kumamoto Prefectural Gymnasium, mereka dihadapkan pada pasangan kuat asal Jepang, Yuki Fukushima dan Mayu Matsumoto yang merupakan unggulan ketiga.
Pasangan pemenang medali emas di SEA Games 2023 tersebut menyadari pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi gaya permainan Jepang yang dikenal sangat ulet dan penuh strategi. Dengan pengalaman dan keuletan yang dimiliki, mereka bertekad untuk memberikan penampilan terbaik meskipun harus melawan tim tuan rumah.
Fadia menyatakan bahwa mereka harus siap menghadapi tekanan fisik, mengingat gaya permainan reli panjang yang sering diterapkan oleh pasangan Jepang. “Kami pasti akan merasakan kelelahan, namun kami sudah berlatih keras untuk hal ini,” ungkapnya saat konferensi pers menjelang pertandingan.
Persiapan Sangat Matang Menjelang Pertandingan Besar
Kemenangan di babak pertama turnamen Super 500 menjadi momentum bagi Apriyani dan Fadia. Mereka mengalahkan pasangan Jepang lainnya, Sayaka Hirota dan Haruna Konishi, dengan skor yang mengesankan 21-12, 21-18. Hal ini tentunya menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Apriyani mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan tersebut. Ia menyoroti pentingnya adaptasi dengan kondisi lapangan yang dinilai berbeda, di mana pencahayaan dan faktor angin turut memengaruhi permainan. “Kami berusaha maksimal untuk menyesuaikan diri dengan keadaan,” imbuhnya dengan semangat.
Selain persiapan fisik dan mental, dukungan dari suporter Indonesia yang hadir langsung menjadi motivasi tersendiri. “Suporter selalu memberi energi positif, dan kami berterima kasih atas kehadirannya,” tambah Apriyani, menunjukkan rasa terima kasihnya.
Strategi yang Diterapkan untuk Menghadapi Lawan
Strategi yang telah direncanakan dengan tim pelatih menjadi kunci penting dalam menghadapi Fukushima dan Matsumoto. Fadia menyatakan bahwa meskipun strategi telah disusun, keberhasilan di lapangan bergantung pada pelaksanaan dan mental bertanding yang kuat dari mereka berdua.
Apriyani dan Fadia sepakat bahwa eksekusi yang baik akan sangat menentukan hasil akhir partai penting ini. “Kami harus tetap fokus dan disiplin,” ungkap Fadia, menambahkan pentingnya mengendalikan emosi saat berada di lapangan.
Dengan optimisme dan persiapan matang, mereka melangkah ke arena dengan harapan besar untuk mengukir prestasi. Keberhasilan di fase ini sangat vital untuk menjaga posisi Indonesia di pentas internasional, khususnya di sektor ganda putri.
Tantangan untuk Menunjukkan Konsistensi Terbaik
Pertemuan melawan unggulan Jepang ini bukan hanya sekadar pertandingan biasa bagi Apriyani dan Fadia. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan bahwa mereka telah kembali ke performa terbaik setelah masa pemulihan akibat cedera.
Kemenangan di babak 16 besar akan menjadi langkah awal yang penting untuk menuju perempat final. Seluruh perhatian dan upaya mereka akan terfokus pada pertandingan tersebut untuk memastikan langkah menuju gelar juara tetap terbuka.
Dari berbagai aspek, baik stamina, teknik, maupun mental, setiap detail akan menjadi fokus perhatian. Apriyani dan Fadia bertekad untuk belajar dari setiap pertandingan, sehingga bisa terus berkembang dan berkontribusi positif bagi bulu tangkis Indonesia ke depannya.















