Keputusan Menteri Keuangan untuk tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) serta harga jual eceran (HJE) pada tahun 2026 telah menuai tanggapan positif dari berbagai pihak. Kebijakan ini dianggap sebagai langkah strategis yang dapat memberikan dampak baik terhadap industri hasil tembakau dan perekonomian masyarakat secara keseluruhan.
Banyak ekonom melihat keputusan ini sebagai respons yang tepat terhadap tantangan yang dihadapi oleh industri tersebut. Stabilitas kebijakan fiskal akan menjadi kunci untuk mencapai pemulihan yang diharapkan sambil tetap menjaga daya beli masyarakat.
Kebijakan ini juga dinilai dapat menekan peredaran rokok ilegal, yang sering kali meningkat ketika harga rokok legal mengalami lonjakan yang signifikan. Ini merupakan langkah yang diharapkan dapat melindungi pelaku industri serta memastikan kesejahteraan petani tembakau.
Penilaian Ekonom Terhadap Kebijakan Cukai Hasil Tembakau
Ahmad Heri Firdaus dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memberikan pandangannya bahwa kebijakan ini memberikan ruang bagi pemulihan industri. Menurutnya, keputusan tersebut menjawab berbagai tantangan yang dialami oleh industri pengolahan tembakau saat ini.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara peningkatan penerimaan negara dan daya beli masyarakat. Kenaikan tarif cukai yang terlalu tinggi dapat memicu efek yang tidak diinginkan, termasuk peningkatan peredaran rokok ilegal.
Ahmad menjelaskan bahwa ada titik maksimum dalam tarif cukai di mana kenaikan tidak lagi berdampak positif bagi penerimaan negara. Dalam pandangannya, pemerintah perlu mempertimbangkan batasan ini dengan seksama sebelum mengambil kebijakan yang lebih jauh.
Dampak Moratorium Kenaikan Cukai Terhadap Pelaku Industri
Moratorium atau penundaan kenaikan cukai selama tiga tahun dianggap bisa memberi kepastian bagi pelaku industri. Dengan kebijakan yang stabil, para pengusaha diharapkan dapat merancang strategi jangka panjang untuk penyerapan tembakau yang lebih efektif.
Stabilitas ini juga berpotensi mengurangi peredaran rokok ilegal, mengingat permintaan terhadap rokok legal sangat dipengaruhi oleh harga. Bagi masyarakat, harga rokok yang terjangkau menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pilihan mereka dalam membeli produk tembakau.
Ahmad menekankan bahwa sekitar 70% dari harga rokok merupakan kebijakan pemerintah yang mencakup pajak dan cukai. Oleh karena itu, penetapan tarif yang bijaksana sangat penting untuk menjaga harga tetap sesuai dengan daya beli masyarakat.
Pentingnya Sektor Hasil Tembakau untuk Perekonomian Lokal
Kebijakan yang stabil dalam industri hasil tembakau juga akan berdampak positif bagi perekonomian lokal. Sektor ini terkenal sebagai padat karya yang mempekerjakan banyak tenaga kerja, sehingga keberadaannya sangat vital dalam menyokong lapangan kerja.
Ahmad menegaskan bahwa kinerja industri tembakau perlu diperbaiki agar dapat menjamin bahwa petani tembakau mendapatkan manfaat ekonomis dari kebijakan ini. Hal ini penting agar industri tetap dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang signifikan.
Pengusaha di sektor ini berharap agar kebijakan yang diambil tidak hanya mendukung industri, tetapi juga memperhatikan kepentingan petani. Mengoptimalkan penyerapan tembakau dari petani lokal akan memberikan manfaat berkelanjutan tidak hanya bagi industri, tetapi juga untuk masyarakat sekitar.
Kebijakan ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk tembakau lokal. Dengan demikian, industri hasil tembakau tidak hanya bertahan, tetapi dapat berkembang dan berinovasi untuk tetap bersaing di tengah tantangan yang terus berubah.
Secara keseluruhan, keputusan untuk tidak menaikkan tarif cukai dan HJE telah dinilai sebagai langkah cerdas yang akan mendukung baik industri maupun masyarakat. Stabilitas dan kepastian usaha adalah fondasi yang penting untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi sektor hasil tembakau dan semua pihak yang terlibat.















