Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan yang cukup umum terjadi dan sering kali diabaikan oleh banyak orang. Kondisi ini ditandai dengan kebangkitan asam lambung yang kembali naik ke kerongkongan, menyebabkan berbagai ketidaknyamanan, termasuk sensasi terbakar di dada atau yang biasa disebut heartburn.
Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 33 persen orang dewasa di seluruh dunia diperkirakan menderita GERD, dan angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Penyebab utama dari melonjaknya kasus ini diyakini berkaitan erat dengan gaya hidup yang tidak sehat, termasuk pola makan yang kurang baik.
Untuk mengurangi gejala GERD, salah satu langkah penting yang dapat diambil adalah memperbaiki pola makan. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi makanan yang dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman akibat refluks asam, berdasarkan informasi terkini dari para ahli kesehatan.
Pentingnya Memilih Makanan yang Tepat untuk Penderita GERD
Pemilihan makanan yang tepat sangat krusial bagi penderita GERD untuk menghindari kambuhnya gejala. Makanan yang meredakan gejala dapat membantu meringankan beban pada lambung dan kerongkongan.
Salah satu jenis makanan yang dianjurkan adalah makanan yang mengandung banyak air. Ini karena makanan berair dapat menenangkan perut dan melapisi kerongkongan, sehingga mengurangi iritasi.
Beberapa contoh makanan berair yang dapat dikonsumsi meliputi seledri, timun, dan selada. Selain itu, semangka serta sup berbahan dasar kaldu juga bisa menjadi pilihan yang baik untuk membantu meredakan gejala.
Jenis Makanan yang Perlu Dihindari oleh Penderita GERD
Mengetahui makanan yang harus dihindari juga sangat penting bagi penderita GERD untuk mengelola gejalanya dengan lebih baik. Beberapa jenis makanan tertentu diketahui dapat memperparah kondisi ini.
Makanan berlemak tinggi dan makanan pedas adalah dua kategori utama yang umumnya perlu dihindari. Keduanya dapat menyebabkan relaksasi otot sfingter esofagus bagian bawah, sehingga memudahkan asam lambung untuk naik.
Selain itu, makanan yang terlalu asam seperti buah-buahan sitrus serta minuman berkafein harus dihindari. Keduanya dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memperburuk gejala refluks asam yang dialami.
Peran Teh Herbal dalam Mengatasi Gejala GERD
Salah satu cara alami yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala GERD adalah dengan mengonsumsi teh herbal. Teh herbal tidak hanya memberikan rasa yang nyaman, tetapi juga memiliki khasiat yang bermanfaat untuk pencernaan.
Beberapa jenis teh herbal, seperti chamomile dan jahe, diketahui dapat membantu menenangkan perut. Mengonsumsi teh ini sebelum atau setelah makan dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat refluks asam.
Namun, penting untuk tidak mengonsumsi teh herbal yang terlalu panas, karena suhu yang tinggi dapat memicu gejala GERD. Sebaiknya tunggu beberapa saat setelah menyeduh teh untuk memastikan suhu yang aman sebelum dikonsumsi.
Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Membantu Mengelola GERD
Selain memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, ada banyak kebiasaan sehari-hari yang dapat membantu penderita GERD dalam pengelolaan penyakit ini. Misalnya, makan dalam porsi kecil namun sering bisa menjadi strategi yang efektif.
Dengan menghindari makan berlebihan, tekanan pada lambung dapat dikurangi, sehingga meminimalkan kemungkinan asam lambung naik. Selain itu, menghindari berbaring segera setelah makan juga sangat dianjurkan.
Penderita GERD sebaiknya menunggu beberapa jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur. Dengan begini, posisi tubuh dapat membantu asam lambung tetap di dalam lambung dan mengurangi risiko refluks.
















