Kawasan bersejarah Kota Tua, Jakarta Barat, kini menarik perhatian masyarakat setelah terpilih sebagai lokasi syuting film Korea terbaru yang dibintangi oleh salah satu anggota grup musik terkenal. Keputusan ini bukan hanya mengejutkan para penggemar, tetapi juga memberikan dampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke tempat ini.
Dalam rangka mendukung kelancaran proses pengambilan gambar, pihak berwenang telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk menghindari kemacetan. Penyesuaian ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekitar serta meningkatkan pengalaman wisatawan yang berkunjung.
Kegiatan produksi film ini telah dimulai di Gedung Jasindo, yang terletak dekat dengan Cafe Batavia. Gedung bersejarah ini tidak hanya memiliki nilai arsitektur, tetapi juga merupakan saksi bisu dari perjalanan sejarah Jakarta.
Pentingnya Gedung Jasindo dalam Sejarah Jakarta
Gedung Jasindo dibangun pada tahun 1912 dan dikenal pada masa itu sebagai Kantoor West Java (WEVA). Pada awalnya, gedung ini digunakan sebagai kantor perwakilan perusahaan dagang Belanda yang mengelola ekspor hasil bumi dari Jawa Barat.
Seiring berjalannya waktu, Bangunan yang memiliki arsitektur bergaya Art Deco ini kini menjadi salah satu objek wisata edukatif. Banyak pelajar dan pencinta sejarah yang berkunjung untuk menggali informasi tentang sejarah dan budaya Jakarta.
Mahasiswa dari berbagai universitas sering berkunjung untuk melakukan penelitian. Gedung ini memberikan gambaran yang jelas mengenai tata bangunan di era kolonial, yang menjadi bagian penting dari warisan budaya Indonesia.
Dampak Syuting Film terhadap Aktivitas Lalu Lintas di Sekitar Kota Tua
Akibat adanya syuting, sejumlah ruas jalan di sekitar Kota Tua mengalami rekayasa arus lalu lintas. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa pengalihan arus jalan telah diterapkan sejak awal syuting pada Rabu, menambah kekhawatiran masyarakat akan kemacetan.
Masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi penutupan jalan lanjutan dalam periode mendatang. Rencana pengalihan arus kembali diberlakukan di Jalan Cengkeh mulai 1 hingga 7 Februari dengan jam operasional dari pagi hingga sore.
Menurut petugas yang bertanggung jawab, semua langkah ini diambil demi kelancaran produksi film. Penutupan dan pengalihan arus tersebut diharapkan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari masyarakat di kawasan tersebut.
Reaksi Masyarakat Terhadap Kehadiran Film Korea di Kawasan Bersejarah
Respons masyarakat terhadap kegiatan syuting ini bervariasi; sebagian besar merasa antusias menyaksikan proses pembuatan film. Namun, ada juga protes dari penduduk yang merasa terganggu dengan penutupan jalan dan kehadiran kru film.
Ahmed, seorang pengemudi ojek sepeda di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa akses ke area syuting sangat ketat. Masyarakat dilarang mendekat untuk menjaga kelancaran dan keamanan selama pengambilan gambar dilakukan.
Informasi mengenai kehadiran artis dan syuting film ini baru menyebar luas di kalangan pedagang setelah proses syuting di lokasi pertama selesai. Banyak yang penasaran ingin melihat bintang terkenal tersebut secara langsung.













