Selasa, 9 Desember 2025, laga pembuka Grup C SEA Games 2025 menjadi momen pahit bagi Timnas Indonesia U22. Mereka harus mengakui kekuatan Filipina dengan skor tipis 0-1 di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Thailand.
Kekalahan tersebut menciptakan tekanan besar bagi tim, terutama karena hasil ini berpengaruh pada peluang mereka untuk lolos ke tahap selanjutnya. Gol tunggal Filipina lahir dari skema lemparan ke dalam menjelang akhir babak pertama, yang mengejutkan para pemain Garuda Muda.
Pelatih Indra Sjafri menyatakan rasa kecewa yang mendalam setelah pertandingan. Ia merasa gol yang tercipta di menit ke-45+1 seharusnya bisa diantisipasi lebih baik oleh timnya, mengingat mereka telah menjalani persiapan yang matang menjelang laga ini.
Kekecewaan atas Penampilan Tim
Dalam konferensi pers, Indra menjelaskan, “Hasil ini tidak sesuai harapan. Kami memulai pertandingan dengan baik, namun kebobolan di akhir babak pertama sangat disayangkan.” Ia menekankan pentingnya konsentrasi di setiap momen permainan.
Menurutnya, para pemain tidak bisa menjalankan instruksi di lapangan dengan baik. “Gol yang tercipta menunjukkan bahwa kami belum maksimal dalam menerapkan taktik yang telah dilatih,” tambah Indra. Kekalahan ini sangat menyakitkan, terutama karena tim tidak dapat memperlihatkan potensi sesungguhnya.
Indra juga menggarisbawahi bahwa pertahanan di set-piece harus lebih diperhatikan. “Kita seharusnya lebih siap untuk menghadapi lemparan ke dalam tersebut. Ini adalah pelajaran berharga bagi semua pemain,” tandasnya.
Pandangan Strategis ke Depan
Kekalahan ini menjadi pukulan berat, namun tim harus segera bangkit. Selanjutnya, mereka akan menghadapi Myanmar dalam pertandingan penentuan Jumat (12/12). Indra menekankan pentingnya meraih kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke semifinal.
Dalam memperhitungkan situasi yang berjalan, Indra mengakui bahwa meski langkah tim juga bergantung pada hasil grup lain, fokus utama mereka adalah performa maksimal di medan laga. “Kami tidak bisa mengendalikan hasil pertandingan lain, yang terpenting adalah kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin,” sebutnya.
Indra pun memberikan sinyal bahwa Indonesia akan bermain lebih agresif. “Kami akan berusaha untuk lebih menyerang, karena kemenangan sangat penting. Game plan akan disesuaikan untuk melawan Myanmar,” ujarnya.
Menanggapi Kritik dan Harapan Tim
Seiring kritik yang muncul pasca kekalahan, Indra memilih untuk tidak terpengaruh. Baginya, fokus utama tetap pada pemulihan mental dan taktik yang lebih baik. “Saya bisa memahami kritik, tapi kami harus melihat ke depan dan berusaha kembali ke jalur kemenangan,” ujarnya dengan percaya diri.
Ia menambahkan bahwa seluruh anggota tim harus bersatu dan tidak panik. “Situasi ini bisa menjadi motivasi untuk tampil lebih baik di pertandingan selanjutnya. Kami harus tetap optimis,” tegas Indra.
Dalam menghadapi Myanmar, Indra berharap timnya dapat menunjukkan karakter yang lebih tangguh dan disiplin. “Kami harus belajar dari kesalahan dan fokus pada setiap detail yang ada. Kemenangan adalah kata kuncinya,” pungkasnya.















