Kusta merupakan masalah kesehatan yang masih mengancam di Indonesia, meskipun negara kita telah merdeka lebih dari 80 tahun. Penyakit ini telah ada di dunia sejak lebih dari 3.500 tahun yang lalu dan tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, sebanyak 10.450 kasus kusta baru tercatat di Indonesia pada tahun 2025. Hal ini menjadikan kita sebagai salah satu dari tiga negara dengan kasus kusta tertinggi di dunia, bersama Brasil dan India.
Selain menuntut perhatian khusus, kusta juga tergolong dalam kategori yang disebut ‘Neglected Tropical Diseases – NTD’, yakni penyakit menular yang sering terabaikan. Penyakit ini mencakup berbagai kondisi seperti Schistosomiasis, kaki gajah (filariasis), kecacingan, dan patek (frambusia).
Kondisi Terkini Penanganan Kusta di Indonesia
Penanganan kusta di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan, termasuk stigma dan kurangnya kesadaran masyarakat mengenai penyakit ini. Keberadaan kasus aktiv yang ditemukan di berbagai daerah menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan edukasi masih perlu ditingkatkan.
Bencana alam seperti banjir yang terjadi di beberapa provinsi sering kali memperburuk situasi ini, mempersulit upaya untuk memberikan perawatan yang diperlukan. Oleh karena itu, koordinasi antara berbagai lembaga dan komunitas sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh.
Sebagai bagian dari strategi penanganan, edukasi dan informasi yang tepat harus disampaikan kepada masyarakat untuk mengurangi stigma. Masyarakat perlu tahu bahwa kusta dapat diobati dengan mudah jika terdeteksi lebih awal.
Strategi untuk Mengatasi Penyakit Kusta di Indonesia
Pemerintah dan organisasi kesehatan harus meningkatkan program penyuluhan dan pemeriksaan rutin di daerah terjangkit. Langkah ini sangat penting untuk mendeteksi kasus kusta lebih awal sebelum berkembang menjadi lebih parah.
Kerja sama dengan organisasi non-pemerintah juga dapat membantu dalam program pencegahan dan penanganan kusta. Pelibatan masyarakat dalam program-program ini dianggap dapat meningkatkan efektivitas penanganan penyakit ini.
Penguatan sistem kesehatan di tingkat lokal juga mutlak dilakukan agar penanganan terhadap kusta dan penyakit tropis terabaikan lainnya lebih optimal dan terintegrasi. Semua pihak harus saling bahu membahu untuk mencapai tujuan kesehatan masyarakat yang lebih baik.
Peran Kesehatan Masyarakat dalam Mengatasi Kusta
Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi serta melakukan deteksi dini kusta. Mereka juga harus siap memberikan dukungan dan perawatan kepada pasien yang terdiagnosis kusta.
Pendekatan berbasis masyarakat bisa menjadi salah satu cara efektif untuk menyebarluaskan informasi mengenai kusta. Dengan melibatkan tokoh masyarakat, kesadaran tentang penyakit ini diharapkan dapat meningkat secara signifikan.
Selain itu, pelatihan bagi tenaga kesehatan tentang pengelolaan kusta juga perlu ditingkatkan. Hal ini akan memastikan bahwa mereka memiliki pengetahuan terkini dalam menangani pasien kusta dengan baik dan benar.
Dalam konteks ini, penting juga untuk melibatkan keluarga pasien dalam proses pemulihan. Keluarga dapat memberikan dukungan emosional yang sangat dibutuhkan oleh pasien selama masa pengobatan.















