Hubungan antara Helwa Bachmid dan Habib Bahar bin Smith (HBS) kini kembali menjadi sorotan masyarakat setelah curhat panjang Helwa viral di platform media sosial. Setelah cukup lama terdiam, Helwa memutuskan untuk berbicara mengenai pernikahan siri yang dijalaninya dengan pendakwah yang dikenal kontroversial tersebut.
Keluarga Helwa mengungkapkan bahwa ponsel mereka dikumpulkan oleh pihak Bahar pada saat akad, sehingga hanya ada sedikit dokumentasi pernikahan yang dapat disimpan oleh keluarga. Helwa mengungkapkan bagaimana ia luluh menerima lamaran HBS yang datang tiba-tiba dan mengejutkan.
Awalnya, Helwa mengaku memiliki kepercayaan yang penuh terhadap HBS yang memperkenalkan diri sebagai duda baik-baik. Beliau mengartikan bahwa alasan utama ia menikah dengan HBS adalah karena penglihatannya yang positif terhadap sosok tersebut.
Curahan Hati dan Kekecewaan dalam Pernikahan
Dalam unggahan panjang, Helwa menyampaikan rasa kekecewaannya terkait proses pernikahan yang mendadak. Ia hanya diberikan surat permohonan cerai satu kali dan tidak merasa perlu untuk menyelidiki lebih dalam terkait status HBS. Ia menjelaskan, “Yang paling penting dia bersumpah kalau sudah cerai sama Fadlun,” ungkapnya dengan tegas.
Helwa juga mengisahkan bagaimana ia sempat menolak lamaran HBS ketika diajukan di hadapan ibunya. Namun, menurutnya, hatinya menjadi lemah dan beranggapan bahwa HBS bisa menjadi sosok ayah yang baik untuk dirinya. Kejadian tersebut pun menjadi titik balik dalam hidupnya.
Dalam curhatannya, Helwa memperlihatkan kerentanan emosional saat menceritakan interaksi dengan HBS. Merasa terhadang oleh kurangnya pengalaman cinta, ia menjelaskan bahwa ketidakbiasaan terhadap rayuan pria membuat dirinya rentan terhadap bujukan HBS.
Pengalaman Masa Lalu dan Pendekatan Emosional
Helwa juga mengungkapkan bahwa sebelum terlibat dengan HBS, ia belum pernah menjalin hubungan asmara. “Aku ini selalu dalam pengawasan mama aku… jadi aku tegaskan aku belum pernah pacaran!!” tegasnya dalam curhatan tersebut. Ini memperlihatkan bahwa ia tumbuh dalam lingkungan yang ketat dalam hal hubungan sosial.
Ia menambahkan, “Pengalaman aku tentang dirayu dan lain sebagainya aku belum pernah alami.” Hal ini menunjukkan bagaimana latar belakangnya memengaruhi keputusan yang diambilnya dalam menjalin hubungan dengan HBS. Keterbatasan pengalaman ini membuatnya lebih mudah terpengaruh.
Dalam proses lamaran, Helwa menjelaskan bahwa Bahar sempat tertidur di pangkuannya, yang ia sadari kemudian merupakan strategi emosional yang dimainkan oleh HBS untuk menjatuhkan hatinya. Pengalaman ini dirasakannya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan emosionalnya dengan HBS.
Menanggapi Isu Pernikahan dan Berita Lainnya
Keputusan Helwa untuk membicarakan hubungan ini menciptakan gelombang perhatian media dan masyarakat. Banyak yang merasa prihatin dan menyayangkan situasi yang dihadapi Helwa. Curhatannya mengundang berbagai reaksi, mulai dari simpati hingga kritik terhadap keputusan yang diambilnya.
HBS sebagai figur yang kontroversial, terlahir dari latar belakang yang kompleks, sering kali menjadi bahan perbincangan publik. Hal ini membuat masyarakat lebih tertarik untuk mengetahui sisi lain dari hubungan mereka, termasuk pandangan Helwa yang memberikan perspektif baru.
Seiring berjalannya waktu, masyarakat menunggu tanggapan lebih lanjut dari HBS terkait klarifikasi yang diungkapkan Helwa mengenai pernikahan siri ini. Respons dari HBS pun menjadi sangat dinanti, terutama dalam konteks kredibilitasnya sebagai seorang pendakwah.
Saat ini, seiring dengan dinamika hubungan pribadi yang terungkap ke publik, banyak pihak yang berharap agar kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi siapa pun. Transparansi serta saling pengertian dalam sebuah hubungan diharapkan dapat tercipta, sehingga kasus serupa bisa dihindari di masa depan.















