Ketua Komite Nasional Palestina, Ali Shaath, baru saja mengumumkan susunan anggota komite yang bertanggung jawab untuk mengelola Jalur Gaza pada 17 Januari 2026. Pengumuman ini bertepatan dengan rencana bantuan kemanusiaan yang segera dilaksanakan setelah mulai bekerja dari Kairo.
Shaath, yang merupakan seorang akademisi dengan gelar doktor, menyebutkan bahwa komite tersebut akan fokus pada berbagai bidang penting demi meningkatkan kehidupan rakyat Gaza. Oleh karena itu, struktur komite ini dirancang untuk mencakup berbagai disiplin ilmu agar dapat menangani masalah dengan lebih efektif.
Salah satu tujuan utama komite ini adalah untuk mengurangi penderitaan rakyat Palestina serta mengatasi tantangan yang dihadapi daerah tersebut setelah konflik yang berkepanjangan. Rencana kerja komite mencakup beberapa sektor penting seperti ekonomi, kesehatan, dan pendidikan, yang semuanya memerlukan perhatian mendesak.
Struktur Komite dan Tugas Utama Anggota
Dalam pengumuman resminya, Shaath menyebutkan bahwa ia akan memimpin komite tersebut. Anggota komite terdiri dari beberapa ahli di bidang yang berbeda, sehingga kolaborasi antar bidang diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan Gaza. Misalnya, Ayed Abu Ramadan akan menangani sektor ekonomi dan perdagangan yang sangat vital.
Abdel Karim Ashour dipercaya untuk menanggulangi masalah pertanian, sedangkan sektor kesehatan akan dipimpin oleh Ayed Yaghi. Dalam hal perumahan dan pertanahan, insinyur Osama al-Saadawi akan bertanggung jawab, sementara Adnan Abu Warda mengurus bidang kehakiman. Keberagaman ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan solusi yang menyeluruh.
Mayor Jenderal Sami Nasman diberikan tanggung jawab untuk menjaga urusan dalam negeri dan keamanan internal. Keberadaan tim yang fokus pada urusan sosial seperti Hanaa Terzi diharapkan dapat memperkuat jaringan sosial di Gaza. Melalui pendekatan ini, komite bertujuan untuk menciptakan stabilitas jangka panjang.
Tujuan dan Harapan Komite untuk Masa Depan
Shaath menegaskan bahwa komite ini dibentuk untuk mengakhiri ketidakadilan sejarah yang dialami rakyat Gaza. Dengan tujuan utama meringankan penderitaan rakyat Palestina, komite ini menjadi harapan terbaru dalam mewujudkan kondisi kehidupan yang lebih baik. Rencana bantuan yang berfokus pada pemulihan sangat penting, dan ini menunjukkan komitmen tim terhadap kesejahteraan rakyat.
Mereka telah mengadopsi rencana rekonstruksi dari Mesir, yang diharapkan menjadi dasar bagi rencana kerja mereka. Proses ini mencakup fase awal penyediaan tempat tinggal darurat bagi mereka yang kehilangan rumah akibat konflik. Dalam situasi darurat, penempatan tempat tinggal sementara menjadi sangat mendesak.
Dengan melihat banyaknya rumah yang hancur, Shaath menilai bahwa penggunaan tenda sebagai alternatif tidak memadai. Oleh karena itu, ide untuk menggunakan unit hunian prefabrikasi yang dapat masuk melalui perbatasan Rafah menjadi solusi praktis yang diajukan komite. Semua ini menunjukkan bahwa komite berkomitmen untuk memikirkan solusi inovatif.
Peran Penting Negara-Negara Mitra dalam Proses Pemulihan
Shaath mengucapkan terima kasih kepada Mesir dan Presiden Abdel Fattah al-Sisi atas dukungannya terhadap rakyat Gaza. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada negara-negara mediator seperti Qatar dan Turkiye yang telah berkontribusi secara signifikan dalam proses rekonstruksi. Sinergi antara berbagai negara ini menjadi esensial dalam menciptakan stabilitas di kawasan.
Rencana yang diluncurkan oleh Kairo pada bulan Maret juga telah mendapat pengakuan dari sejumlah organisasi internasional seperti Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam. Dukungan ini menunjukkan adanya kepentingan global dalam mewujudkan kedamaian dan stabilitas di Gaza. Hal ini tentunya akan memberi dampak positif pada upaya-upaya yang dilakukan oleh komite.
Keterlibatan berbagai pihak, baik dari dalam negeri maupun internasional, menjadi vital dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada. Komite Nasional Palestina diharapkan dapat berfungsi sebagai jembatan antara harapan rakyat Gaza dan kenyataan yang harus dihadapi. Semangat kolaborasi ini memancarkan optimisme akan masa depan yang lebih cerah bagi rakyat Palestina.















