Blora, 9 Desember 2025 – Duka kembali melanda dunia sepak bola Indonesia setelah kabar tentang meninggalnya Sutrisno bin Raji, ayah dari pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, menghiasi berita pagi ini. Almarhum berpulang pada Minggu, 7 Desember 2025, sekitar pukul 06.00 WIB di RSUD Soetijono Blora, Jawa Tengah, meninggalkan banyak kenangan untuk keluarga dan pencinta sepak bola.
Informasi tentang kepergian Sutrisno dengan cepat menyebar, menyentuh hati publik dan kolega Arhan di blantika sepak bola. Rasa belasungkawa berdatangan tidak hanya dari kalangan keluarga, tetapi juga dari teman-teman dan penggemar yang mengenal sosok almarhum.
Perhatian publik juga tertuju pada kondisi kesehatan Sutrisno sebelum ia meninggal. Kakak Pratama, Dimas Roni Saputra, membuka suara mengenai keadaan ayahnya, menjelaskan bahwa Sutrisno telah berjuang melawan masalah kesehatan yang semakin memburuk.
Detail Mengenai Kepergian Sutrisno dan Dampaknya pada Keluarga
Dimas menjelaskan bahwa kondisi kesehatan sang ayah menurun drastis sebelum menghembuskan napas terakhir. Ia menjelaskan bahwa Sutrisno meninggal akibat komplikasi penyakit yang telah diderita cukup lama.
“Sakit sudah lama, komplikasi yang membuat beliau harus dirawat di rumah sakit,” ungkap Dimas. Situasi tersebut menjadi refleksi bagaimana pentingnya perhatian terhadap kesehatan, terutama bagi mereka yang sudah berusia lanjut.
Sebelum meninggal, Sutrisno mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU, di mana keluarganya menyaksikan penurunan drastis dalam kondisi kesehatannya. Sumber dari keluarga menyatakan bahwa tim medis melakukan pengawasan yang sangat ketat.
Kenangan Bersama Almarhum yang Abadi
Kepergian Sutrisno merupakan kehilangan yang mendalam bagi Pratama Arhan dan keluarganya. Mereka sempat menikmati kebersamaan beberapa minggu sebelum musibah ini terjadi, yang menjadi kenangan berharga di benak mereka.
Pada pertengahan November 2025, Arhan memposting foto hangat bersama kedua orang tuanya. Melalui unggahan tersebut, ia menunjukkan kedekatan yang terjalin meskipun kesibukan sebagai seorang atlet sepak bola sangat padat.
Dalam foto tersebut, senyum ceria Sutrisno seakan menjadi simbol kebahagiaan keluarga. Meskipun hanya dengan emotikon hati yang sederhana, perasaan kasih sayang dan kedekatan keluarga dapat dirasakan dengan kuat.
Pentingnya Menghargai Waktu Bersama Keluarga
Kepergian Sutrisno menjadi pengingat bagi banyak orang tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Banyak orang sering kali sibuk dengan rutinitas sehari-hari dan melupakan momen berharga yang seharusnya dapat dinikmati bersama orang-orang terkasih.
Keluarga yang ditinggalkan pun membutuhkan waktu untuk merelakan dan mengingat semua kenangan indah yang hadir bersama almarhum. Harapan akan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kehilangan ini menjadi kunci yang penting untuk terus melangkah maju.
Peristiwa seperti ini juga mengingatkan publik betapa rapuhnya kehidupan dan betapa berharganya setiap momen. Kesedihan ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk lebih memperhatikan kesehatan dan menjaga hubungan dengan yang tersayang.














