Dalam upaya meningkatkan akses perumahan bagi masyarakat, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya program Bedah Rumah di seluruh Indonesia. Keputusan untuk menaikkan anggaran sektor perumahan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan banyak orang.
Dalam acara Akad Massal yang berlangsung di Serang, Banten, Presiden Prabowo menunjukkan komitmennya untuk memastikan bahwa setiap kabupaten dan kota mendapatkan akses terhadap program ini. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup serta mendukung masyarakat yang terpinggirkan.
Menurut Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, sejumlah daerah selama ini belum mendapatkan manfaat dari program Bedah Rumah. Pernyataan tersebut menyerukan perhatian pada daerah-daerah yang selama bertahun-tahun terlupakan.
Peningkatan Anggaran untuk Program Perumahan Rakyat
Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya terdapat 222 kabupaten/kota yang tidak mendapatkan program Bedah Rumah. Jumlah tersebut menunjukkan kesenjangan yang cukup signifikan dalam akses perumahan.
Namun, perubahan di bawah kepemimpinan Prabowo membuka peluang untuk menjangkau lebih banyak wilayah. Berkat kebijakan berbasis data yang diterapkan, diharapkan tidak ada daerah yang terlewatkan dalam program ini ke depan.
Dengan anggaran perumahan yang meningkat dari Rp 5 triliun menjadi lebih dari Rp 10 triliun, program ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi persoalan perumahan. Maruarar menegaskan bahwa 80 persen dari dana tersebut akan langsung dialokasikan untuk masyarakat.
Prioritas Program Bedah Rumah dan Kesejahteraan Masyarakat
Dengan sekitar 26,9 juta warga Indonesia tinggal di rumah yang tidak layak huni, program Bedah Rumah menjadi prioritas yang sangat mendesak. Kenaikan anggaran diharapkan dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang layak.
Target renovasi rumah pun meningkat drastis dari 45 ribu unit menjadi 400 ribu unit pada tahun mendatang. Melalui langkah ini, diharapkan adanya perubahan signifikan dalam kondisi tempat tinggal masyarakat.
Maruarar juga memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas komitmennya yang kuat dalam mendukung program perumahan. Kebijakan ini dianggap sangat berpihak kepada rakyat kecil dan memenuhi prinsip keadilan sosial.
Kendala dan Harapan untuk Program Bedah Rumah di Tahun Mendatang
Kendati demikian, tantangan tetap ada. Maruarar menyebutkan bahwa pemerintah perlu bekerja keras untuk memastikan program ini dapat terselenggara dengan baik di seluruh daerah. Hal ini penting agar setiap masyarakat merasakan manfaat dari kebijakan yang telah dicanangkan.
Keberhasilan program ini tentu sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Melalui kolaborasi yang baik, diharapkan pelaksanaan program Bedah Rumah dapat mencapai target yang diinginkan.
Selain itu, insentif bagi daerah yang berhasil menjalankan program ini dengan baik juga bisa menjadi langkah yang efektif. Hal ini akan memacu daerah lain untuk berpartisipasi lebih aktif dalam mendukung program perumahan.















