Dalam kehidupan yang serba cepat, banyak orang merasa sangat bersalah ketika ingin menyisihkan waktu untuk diri sendiri. Namun, ahli kesehatan mental menegaskan bahwa memberikan ruang pribadi adalah suatu kebutuhan dasar, bukan tindakan egois, agar kita dapat beristirahat dan kembali dengan lebih baik.
Neuropsikolog Sanam Hafeez menjelaskan bahwa “me time” bermanfaat besar dalam menjaga kesehatan mental seseorang. Dengan memberi diri kita waktu untuk pulang ke diri sendiri, kita sebenarnya memelihara kemampuan otak untuk berfungsi dengan optimal.
Cara seseorang merespons stres dan tuntutan kehidupan sehari-hari sangat memengaruhi kesehatan mental. Ketidakmampuan untuk berhenti sejenak dari segala aktivitas dapat menyebabkan kelelahan luar biasa, baik fisik maupun mental.
Memahami Pentingnya Me Time Bagi Kesehatan Mental
Banyak penelitian menunjukkan bahwa memberi diri kita waktu sendiri sangat penting untuk kesehatan mental. Hafeez menyatakan bahwa jeda singkat bahkan tanpa stimulasi bisa membantu otak untuk ‘mengatur ulang’ diri.
Ketika otak beristirahat, itu dapat mengaktifkan bagian yang dikenal sebagai jaringan mode dasar. Jaringan ini berfungsi saat kita melamun atau tidak terlibat dalam tugas yang rumit, mendukung proses refleksi dan kreativitas.
Selama periode waktu sendiri, kadar hormon stres cenderung menurun, sementara kemampuan untuk mengatur emosi meningkat. Dengan demikian, otak akan lebih jelas dan siap untuk menghadapi tantangan selanjutnya.
Me time juga dapat mengurangi aktivitas amigdala, bagian otak yang memicu kecemasan. Ketika orang mendapatkan jeda, mereka dapat lebih baik dalam mengelola stres.
Manfaat Penting Me Time yang Harus Diketahui
Me time memiliki berbagai manfaat yang menyentuh banyak aspek kesehatan mental. Pertama, waktu sendiri dapat meningkatkan memori serta kreativitas seorang individu.
Saat otak tidak lagi tertekan oleh tuntutan keras, jaringan mode dasar kembali aktif dan meningkatkan kejernihan berpikir. Ini mengarah pada peningkatan daya ingat serta munculnya ide-ide kreatif yang sebelumnya terhambat.
Selanjutnya, me time juga berfungsi sebagai pelindung terhadap risiko burnout. Kondisi ini terjadi akibat stres berkepanjangan yang dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk melakukan tugas sehari-hari.
Menurut konselor klinis, melakukan aktivitas me time secara rutin dapat menurunkan gejala kecemasan dan juga risiko burnout. Penelitian menunjukkan bahwa praktik perawatan diri dapat membantu meredakan gejala-gejala tersebut.
Strategi Menyisipkan Me Time di Tengah Rutinitas
Banyak orang merasa bahwa mereka tidak punya waktu untuk me time, tetapi kenyataannya, waktu tersebut bisa ditemukan dalam momen-momen kecil sehari-hari. Penting untuk fokus pada konsistensi daripada durasi lama.
Daripada menunggu waktu satu jam penuh yang mungkin tidak pernah ada, kita dapat mencari jeda kecil. Cobalah menarik napas dalam-dalam selama lima menit, berjalan sejenak di luar ruangan, atau membaca beberapa halaman buku yang disukai.
Selain itu, kita dapat menggabungkan me time dengan kebiasaan yang sudah ada dalam rutinitas kita. Misalnya, saat perjalanan, kita bisa menenangkan diri tanpa menyentuh ponsel atau memanfaatkan waktu sambil menikmati kopi pagi untuk melatih teknik pernapasan.
Membuat batasan yang jelas di kehidupan sehari-hari juga sangat membantu. Kita bisa menetapkan waktu bebas persetujuan, seperti sepuluh menit setelah bangun atau sebelum tidur, untuk memberi ruang bagi diri sendiri.
Jadwalkan Me Time Seperti Janji Penting
Untuk benar-benar mendapatkan manfaat me time, penting untuk menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas. Kita bisa memblok waktu 10 hingga 20 menit dalam kalender dan memperlakukannya sebagai janji penting yang tidak boleh terganggu.
Perubahan pola pikir ini sangat membantu, sehingga me time bukan lagi hal opsional, melainkan menjadi bagian dari perawatan diri yang harus dipenuhi. Dengan begitu, kita akan lebih serius dalam menciptakan ruang untuk diri sendiri di tengah kesibukan.
Jika kita masih merasa tidak memiliki cukup waktu, coba berikan diri izin untuk mengatakan “tidak” pada beberapa permintaan. Jeda singkat seperti duduk selama dua menit di dalam mobil setelah pulang kerja juga membantu situasi ini.
Secara keseluruhan, menyisihkan waktu untuk diri sendiri adalah elemen penting yang sering terabaikan dalam kehidupan modern. Namun, dengan strategi yang tepat, kita dapat menemukan cara untuk mengeksplorasi manfaat me time dalam keseharian kita.
















