Di Nusa Tenggara Timur, sebuah peristiwa tragis mengguncang masyarakat. Seorang siswa berusia 10 tahun ditemukan tewas tergantung di pohon cengkih, memicu berbagai pertanyaan tentang kondisi mental dan dukungan keluarga yang diberikan kepada anak-anak.
Korban, yang bernama YB, ditemukan pada tanggal 29 Januari 2026 di Kecamatan Jerebuu. Penemuan ini mencerminkan masalah yang lebih dalam terkait kesehatan mental dan komunikasi keluarga, terutama di kalangan anak-anak yang berada dalam situasi sulit.
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa sebelum kejadian, YB menulis surat yang berisi ungkapan kekecewaan terhadap ibunya. Surat itu menjadi petunjuk penting untuk memahami keadaan emosional korban sebelum tragedi terjadi.
Komunikasi dan Hubungan Keluarga yang Buruk
Dalam surat yang ditulis dengan bahasa daerah, YB menyebut ibunya “pelit” dan mengekspresikan rasa sakitnya. Ungkapan ini tidak hanya mencerminkan kekecewaan, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya komunikasi yang efektif dalam keluarga.
Banyak anak tidak mampu mengungkapkan perasaan mereka secara verbal, sehingga menuliskan surat bisa menjadi sarana untuk mereka. Namun, jika tidak ada tanggapan atau dukungan dari orang tua, anak-anak ini bisa merasa terisolasi dan tidak didengarkan.
Penting bagi orang tua untuk memperhatikan tanda-tanda perilaku anak yang menunjukkan adanya masalah. Kadang-kadang, perhatian kecil bisa menyelamatkan nyawa. Dalam kasus ini, permohonan YB untuk membeli buku dan pena tidak ditanggapi, yang mungkin berkontribusi pada keputusasaannya.
Kesehatan Mental Anak: Tanda dan Tindakan yang Perlu Diambil
Kesehatan mental anak merupakan isu yang semakin diakui pentingnya. Anak-anak ang berada di bawah tekanan emosional, baik dari dalam maupun luar rumah, perlu mendapatkan perhatian yang serius. Dalam banyak kasus, trauma dari situasi kehidupan bisa menjadi beban yang berat untuk mereka.
Para ahli menyarankan bahwa orang tua harus menciptakan lingkungan yang terbuka untuk komunikasi. Ini bisa diimplementasikan dengan cara mendengarkan tanpa menghakimi dan memberikan dukungan ketika anak-anak berbagi kekhawatiran mereka.
Dalam situasi seperti yang dialami YB, ada baiknya untuk melakukan pendekatan yang proaktif. Jika anak-anak menunjukkan tanda-tanda depresi atau kecemasan, tindakan yang tepat untuk melibatkan tenaga ahli, seperti psikolog, menjadi langkah penting.
Peran Komunitas dalam Mendukung Kesehatan Mental
Masyarakat juga memiliki peran besar dalam mendukung kesehatan mental anak-anak. Lingkungan yang peduli dapat membantu mencegah tragedi serupa terulang kembali. Melibatkan komunitas dalam program-program kesadaran akan kesehatan mental bisa mengubah cara anak-anak dilihat dan diperlakukan di sekitar mereka.
Beberapa tempat telah mulai menerapkan program bimbingan bagi anak-anak di sekolah, yang bertujuan memberikan mereka ruang untuk berbicara tentang masalah yang dihadapi. Intervensi ini dapat membantu mengurangi stigma terkait kesehatan mental, dan mempermudah anak-anak untuk meminta bantuan saat mereka membutuhkannya.
Dengan memperkuat jaringan dukungan di komunitas, diharapkan anak-anak yang mengalami kesulitan dapat menemukan jalan keluar yang lebih positif daripada mengambil tindakan fatal.
Menelusuri Akar Masalah dan Mencari Solusi
Kasus YB bukan sekedar tragedi individu, tetapi juga undangan bagi kita semua untuk memikirkan kembali bagaimana kita memperlakukan kesehatan mental dalam keluarga dan lingkungan. Melihat kembali komunikasi antar anggota keluarga menjadi penting agar tidak ada lagi anak yang merasa tersisih.
Sosialisasi dan edukasi mengenai kesehatan mental seharusnya menjadi prioritas, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat. Dengan mengenali tanda-tanda awal depresi atau kecemasan, kita bisa memberikan dukungan yang diperlukan sebelum terlambat.
Pendidikan tentang empati dan perhatian harus diajarkan sejak dini agar anak-anak belajar untuk mendukung teman-teman mereka yang mungkin mengalami kesedihan atau konflik. Ini bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga tanggung jawab kolektif sebagai masyarakat.















