Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, baru-baru ini menggelar kegiatan pembagian beras gratis di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok yang terjangkau, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan membagikan 100 karung beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram. Beras ini sebelumnya dibeli langsung dari salah satu pedagang di pasar untuk kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Jumlah total anggaran yang dikeluarkan untuk pembelian beras ini mencapai Rp 6.200.000, menjadikan harga per paketnya sekitar Rp 62.000. Kegiatan ini pun berlangsung dengan antusiasme tinggi dari warga yang hadir, menunjukkan pentingnya bantuan seperti ini bagi masyarakat.
Mengapa Pengadaan Beras SPHP Sangat Penting bagi Masyarakat?
Pembagian beras SPHP merupakan salah satu upaya strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan. Dengan menyuplai beras secara langsung ke masyarakat, diharapkan dapat mengurangi tekanan inflasi yang sering terjadi pada komoditas pokok. Kegiatan semacam ini menjadi langkah nyata untuk memastikan akses pangan bagi masyarakat.
Pentingnya komoditas pangan seperti beras dalam kehidupan sehari-hari masyarakat membuat pembagian ini sangat berarti. Saat harga pangan merangkak naik, kehadiran bantuan langsung seperti ini menjadi sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat. Hal ini sekaligus memberikan sinyal positif bahwa pemerintah hadir untuk membantu.
Seiring berjalannya waktu, pemerintah terus berupaya untuk memperpanjang jangkauan bantuan semacam ini. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menggandeng para pedagang lokal untuk menyediakan stok yang diperlukan. Keberadaan pedagang di pasar menjadi elemen penting dalam ekosistem pangan di daerah tersebut.
Proses Pembagian Beras yang Tertib dan Efisien
Selama kegiatan pembagian beras, terlihat warga yang telah antre dengan tertib di berbagai kios di pasar. Jajaran pemerintah yang hadir juga ikut berperan aktif dalam mengatur agar distribusi berjalan dengan lancar. Hal ini menunjukkan bahwa kesigapan pemerintah dalam mengelola distribusi bahan pangan sangat diutamakan.
Setelah proses pembayaran kepada pedagang selesai, Zulkifli Hasan bersama Menteri Perdagangan dan Direktur Utama Perum Bulog menyerahkan beras secara langsung ke warga. Momen ini tidak hanya menggambarkan kerjasama antar lembaga, tetapi juga membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.
Pembagian beras ini berlangsung hingga 100 karung beras 5 kg habis disalurkan. Dengan demikian, kehadiran pemerintah pada momen ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi memberi dampak nyata langsung kepada masyarakat.
Meninjau Stok dan Harga Pangan di Pasar Kramat Jati
Selain melakukan pembagian beras, Zulkifli Hasan juga meninjau harga dan stok pangan di Pasar Kramat Jati. Dalam kunjungannya, ia merasakan langsung beragam harga saat ini, termasuk beras premium yang dijual dengan harga Rp 14.000 per kg. Peninjauan ini penting untuk memastikan bahwa harga pangan tetap terkendali di pasaran.
Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa harga daging sapi berada di kisaran Rp 130.000 per kg, sementara daging ayam berkisar antara Rp 39.000 hingga Rp 41.000 per kg. Bahkan, harga telur ayam ras juga terpantau stabil di harga Rp 29.000 per kg. Stabilitas harga menjadi fokus banyak pihak agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Upaya pemantauan secara langsung ini diharapkan membawa efek positif dalam menjaga kestabilan harga pangan. Keterlibatan langsung pemerintah dalam mengawasi pasar diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam mendapatkan akses pangan yang dibutuhkan.















